Link Worth

Demand Rumah Menengah Masih Tetap Tinggi

Written on February 5, 2008 – 7:16 am | by imam |

Kalau ada segmen pasar perumahan yang paling banyak penggemarnya saat ini, pasti jawabnya adalah rumah menengah. Pasokan maupun permintaan akan rumah menengah praktis mendominasi pergerakan pasar properti, terutama pada periode pascakrisis. Lebih dari 50% pasokan rumah baru saat ini berasal dari rumah menengah atau rumah yang rata-rata memiliki range harga Rp 200 juta - Rp1 miliar. Bahkan menurut konsultan properti Coldwell Banker, Budhi S. Gozali, pasar segmen ini bisa mencapai 65%.

Mengapa pengembang tertarik? Tidak lain karena permintaan rumah untuk segmen itu memang terus meningkat. Kini hampir tidak ada developer yang meninggalkan pasar yang sangat menjanjikan ini. Juan Panca Wijaya dari pengembang Daan Mogot Baru mengakui hal itu. “Rumah menengah segmennya saat ini besar. Karena kemampuan pasar dan kemampuan daya beli saat ini ada di kelas menengah. Untuk beberapa tahun ke depan saya kira kelas menengah ini masih cukup besar pasarnya,” jelas Juan Panca.

Tak hanya hanya Daan Mogot Baru yang mengincar segmen ini. Pengembang seperti Agung Podomoro dan Alam Sutera pun tak mau ketinggalan untuk menggarap hunian bagi kalangan pekerja profesional ini. Pasar kelas menengah 2007 menggelembung sejak sejak awal tahun 2007. Permintaan pasar demikian tinggi, karena itu kita buka cluster-cluster baru, dan take up marketnya cukup besar.

Sementara pengembang Agung Podomoro yang banyak menawarkan proyek properti di tengah kota Jakarta, untuk rumah menengah diantaranya menghadirkan kawasan perumahan Mediterania Permata dan Sunter Mediterania.

Menurut Pusat Studi Properti Indonesia, di tingkat nasional pada tahun 2006 memang penjualan Rumah Menengah melalui KPR Swasta mengalami penurunan sebesar 5,2 % menjadi Rp 5,14 triliun dari 5,43 triliun tahun 2005. Namun pada tahun 2007 PSPI memprediksi akan ada peningkatan nilai transaksi 26% menjadi Rp 6,4 triliun.

Demikian juga untuk penjualan Rumah Menengah Atas tanpa KPR di tahun 2007 diperkirakan akan meningkat 29,5% menjadi sebesar Rp 5,81 %. Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek, meskipun terjadi penurunan penjualan sebesar 21% dari tahun 2005 ke 2006, namun PSPI juga memprediksi bakal ada peningkatan sebesar 22% pada tahun 2007 ini.

Untuk investasi, rumah menengah juga tetap menarik. Dengan harganya yang kompetitif, potensi untuk mengeruk capital gain dari berinvestasi di situ cukup besar. Kenaikan harganya akan lebih terasa dibanding dengan investasi di rumah mewah, sekaligus lebih cepat ketimbang rumah sederhana.

Menurut Coldwell Banker Indonesia, segmen rumah menengah juga masih menjadi pilihan utama tempat tinggal bagi para konsumen pasar sekunder. Daerah Bintaro, Serpong, Tangerang dan Kelapa Gading menjadi pilihan utama untuk penjualan rumah menengah

Pasar perumahan bentuknya memang seperti piramid, makin murah harga rumah makin banyak yang butuh, sebaliknya makin mahal harga rumah, makin sedikit yang butuh. Tapi dampak kenaikan harga BBM yang lalu telah membuat kelompok menengah ke bawah, sebagai segmen yang sebenarnya paling besar, jadi menurun daya belinya. Karena itu segmen yang demandnya cukup besar dan daya belinya masih kuat adalah pasar rumah menengah.
[dedi nurtanio]

Popularity: 1% [?]

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to blog design, short reviews, tips and make money online. More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :