Jalan Panjang Rebranding Produk Properti
Dalam dunia properti perubahan nama tentu tak sekedar perubahan logo atau tagline proyek properti saja. Perlu perubahan visi, misi, komitmen serta kinerja yang lebih baik dari pengembang agar rebranding dapat mencapai tujuannya.
Seperti juga pada bisnis lain, rebranding tak sekedar perubahan nama dan logo perusahaan. Perubahan konsep dan tagline properti juga tak sekedar barisan kata-kata indah tanpa perubahan etos kerja di baliknya. Perubahan nama Ambassador Serpong menjadi Paramont Lakes di Serpong misalnya, diikuti dengan komitmen pengembang barunya yakni Paramount Land Development untuk mengucurkan dana sebesar 1,5 Milyar Singapura untuk pengembangan kawasan tersebut selama 15 tahun ke depan.
Tak hanya itu, nahkoda baru Paramount Serpong, Tanto Kurniawan harus bekerja keras untuk kembali melanjutkan proyek lama yang terbengkalai. Berbagai jurus diterapkan untuk kembali merebut kepercayaan konsumen.
Untuk mewujudkan itu semua Tanto memilih orang-orang yang tepat agar gagasannya bisa terealisir. Ia misalnya menggandeng master planner M. Ridwan Kamil dari Urbane Indonesia untuk memimpin pengembangan rencana induk Paramount Lakes. Beberapa hal yang menjadi kunci sukses suatu proyek properti juga tak luput dari perhatiannya, seperti para kontraktor dan kinerja divisi estate management.
Hal serupa juga dilakukan pengembang perumahan Citra Raya di Surabaya ketika mereka memutuskan untuk mengubah tagline pengembangan kawasannya. Tadinya tagline Citra Raya adalah Kota Mandiri, kemudian berubah menjadi City for First Class Living. Untuk mencapai kualitas hidup yang first class tersebut, anak perusahaan Ciputra Group ini kemudian menggunakan benchmark Singapura. Maka kini jadilah tagline Citra Raya, sebagai Singapura-nya Surabaya. Dengan clean, green, dan modern living sebagai acuan pengembangan.
Menurut Agung Krisprimandoyo, Marketing Manager Citra Raya, untuk mewujudkan hal itu secara bertahap sejak tahun 2003 manajemen berkonsentrasi mewujudkan kebersihan kawasan, atau clean. Selanjutnya sejak tahun 2004 konsentrasi diarahkan ke penghijauan. Diantaranya dengan penanaman 10.000 pohon per tahun. Langkah ini untuk mewujudkan green. Selanjutnya upaya mencapai modern living dikembangkan sejak tahun 2005 dengan penyediaan sarana internet, WIFI, dan perancangan desain-desain rumah dengan model arsitektur modern minimalis.
Kalau bicara properti, pergantian nama atau revranding memang tidak berdiri sendiri. Reputasi, track record, konsep serta lokasi juga amat menentukan gagal tidaknya suatu proyek properti. [dedi nurtanio]
Baca juga : Rebranding Proyek Properti
Popularity: 1% [?]








