Town House, Hunian Eksklusif Tengah Kota
Kalau ada produk hunian di perkotaan yang hingga kini pamornya masih mengkilap, town house mungkin bisa disebut sebagai salah satunya. Sebagai konsep hunian yang hadir menjawab terbatasnya lahan di perkotaan, town house memiliki banyak kelebihan. Apa saja kelebihan itu ?
Mahalnya harga lahan di tengah kota seperti Jakarta, menjadikan orang berpikir untuk tinggal di kota penyangga seperti Bekasi, Depok, atau Tangerang. Tetapi manakala perjalanan dari rumah menuju kantor yang berada di tengah kota, atau sebaliknya, dilanda kemacetan, orang mulai berpikir kembali untuk tinggal di tengah kota. Sinyal ini rupanya ditangkap dengan baik oleh para pengembang. Mereka akhirnya berlomba membangun hunian di tengah kota. Ada yang membangun apartemen, ada juga yang mengembangkan hunian berskala kecil namun menempati lokasi yang cukup strategis.
Rumah bandar atau istilah populernya, townhouse bisa menjadi jawaban bagi warga yang ingin tinggal di tengah kota, namun tidak memilih hunian vertikal sebagai tempat tinggal. Gambaran praktisnya, sebuah townhouse berlokasi di dalam kota. Dalam satu komplek jumlah total unitnya berkisar 10—30 rumah, dengan luas area umumnya di bawah 5000 m2. Bentuk rumah bertingkat (biasanya 2 atau 3 lantai). Serta terdapat fasilitas sosial dan umum untuk digunakan bersama.
Tiga tahun terakhir, pembangunan town house mulai booming. Para pengembang yang sebelumnya getol membangun kompleks perumahan, ramai-ramai menangkap peluang membangun cluster yang lebih eksklusif di kawasan perumahannya. Diantara banyak townhouse, setidaknya ada yang yang cukup menonjol keberadaannya saat ini, yaitu de Oaze yang dikembangkan oleh PT Intersatria Budi Perkasa, serta PT Citrajaya Binangun yang mengembangkan rumah bandar Shi-Zen.
Proyek de Oaze yang terletak di kawasan Tomang, Jakarta Barat sebenarnya bukan proyek baru, namun ia memiliki konsep yang unik sebagai town house.
Dengan jumlah unit yang terbatas, eksklusifitas dan privacy sebuah hunian kerap kali diandalkan para pengembang townhouse untuk memikat konsumennya. Salah satunya adalah jaminan keamanan lingkungan yang terjaga selama 24 jam non stop dengan hanya satu akses pintu keluar masuk kompleks. Dengan mengusung konsep natural, Shi-Zen juga mensyaratkan hal tersebut.
Mengingat terbatasnya lahan di tengah kota, disadari signifikansi dari town house bagi pemenuhan hunian tinggal bagi warga Jakarta, relatif tidak sebesar apartemen atau perumahan yang berjumlah ratusan hingga ribuan unit. Apalagi town house tampaknya diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke atas. Sebelumnya, town house lebih banyak dihuni para ekspatriat. Tetapi kini, para profesional lokal mulai melirik perumahan kecil sebagai pilihan utama.
Keterbatasan lahan memang sering menjadi kendala bagi pengembang dalam membangun berbagai fasilitas bagi warganya. Meski begitu, fasilitas dasar seperti club house, kolam renang, dan sarana bermain anak, tampaknya menjadi syarat utama.
Baca juga :
Town House, Hunian Eksklusif Skala Kecil di Perkotaan
Townhouse : Nyaman Dihuni, Menarik Buat Investasi
Popularity: 1% [?]









1 Trackback(s)