Realestat Go Green : Paramount Lakes & The Wave Epicentrum
Kondisi lingkungan Ibu Kota Indonesia saat ini boleh dikatakan sangat memprihatinkan. Salah satu organisasi peduli lingkungan menempatkan udara Jakarta ke dalam urutan ketiga terburuk di dunia. Hal ini menunjukan bahwa penempatan tata ruang kota yang kurang tepat, ditambah lagi aktivitas warga yang tinggi mampu memberikan pengaruh yang buruk terhadap kondisi lingkungan.
Untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih buruk, maka pembangunan gedung-gedung apartemen dan kompleks hunian yang memiki konsep hijau memberikan peranan yang begitu penting. Real Estat mengajak anda untuk melihat apartemen “The Wave at Rasuna Epicentrum” serta perumahan “Paramount Lakes” dimana keduanya mengindahkan aspek lingkungan dalam pengembangannya.
Paramount Lakes
Diantara banyaknya pembangunan kompleks hunian tempat tinggal, jarang ditemukan diantaranya kompleks hunian yang mengedepankan konsep alam. Paramount Lakes merupakan salah satu perumahan yang mencoba untuk menunjukan identitasnya yang berbeda. Sesuai dengan slogannya yang bertuliskan “connecting nature to life”, Paramount Lakes mengedepankan konsep yang menyatukan alam dengan hunian tempat tinggal. Konsep menyatu dengan alam ini dikembangkan melalui diciptakannya saling keterhubungan antara tempat tinggal dengan danau-danau disekitarnya. Setidaknya terdapat sembilan danau besar yang terdapat di wilayah hunian Paramount Lakes, dengan salah satunya yang terbesar memiliki luas 4,2 hektar. Banyaknya danau dalam kompleks tempat tinggal Paramount Lakes dikarenakan danau memang menjadi fokus dari rumah-rumah yang dibangun oleh pengembang. Danau dianggap menjadi elemen alam yang mampu memberikan kesejukan dan ketenangan bagi para penghuni. Selain danau, keunggulan lain dari keindahan alam Paramount Lake adalah adanya perlintasan Sungai Cisadane di wilayah pemukimannya.
Perhatian Paramount Lakes terhadap lingkungan juga dapat dilihat dari salah satu penempatan kompleks huniannya yang dinamakan “Distrik Serenade Lake”. Kawasan hunian yang memiliki luas areal 22 hektar ini, hanya 30%nya saja yang dimanfaatkan untuk pembangunan rumah tinggal. Sisa area seluas 14,6 hektar dibiarkan menjadi lahan hijau terbuka yang dilengkapi juga dengan sebuah danau. Alokasi wilayah perumahan untuk daerah penghijauan tersebut menjadi bukti dari perhatian yang besar Paramount Lake terhadap keseimbangan ekosistem yang ingin diciptakan.
The Wave at Rasuna Epicentrum
Bakrie Group melalui anak perusahaannya, PT Bakrieland Development Tbk telah meluncurkan produk terbarunya “The Wave at Rasuna Epicentrum”. The Wave yang memiliki lahan seluas 3,5 hektar merupakan bagian dari superblok Rasuna Epicentrum. Dengan menerapkan konsep “Green Architecture”, The Wave terbilang berani dengan memanfaatkan 70% lahan yang tersedia sebagai ruang hijau terbuka. Hal ini memang sejalan dengan dengan program korporatnya, yakni Bakrieland Goes Green yang mengusung prinsip-prinsip green architecture, green operation, and green attitude.
Sebuah kelebihan dari ruang hijau yang diciptakan oleh The Wave dan membedakannya dengan gedung-gedung apartemen lainnya adalah hubungan yang saling bersinambung antara satu ruang hijau dengan ruang hijau yang lainnya, sehingga terasa menyatu dengan ruangan publik. Inilah yang kemudian disebut juga sebagai design eco friendly, dimana ia mengedepankan sisi humanisme berikut quality of life para penghuninya.
Keunikan ruang hijau yang dimunculkan oleh The Wave juga terlihat dengan penempatan garden roof top di area low rise apartment. Ruang terbuka ini difungsikan sebagai podium bersama untuk bersosialisasi, serta dapat juga dimanfaatkan untuk mereduksi terik panas matahari, suara, serta polusi udara. Tidak hanya itu, apartemen yang terdiri atas 9 tower ini menggunakan design bangunan berdimensi organic, sehingga mampu memberikan view yang indah dari segala arah bangunan.
Selain membangun area hijau yang luas, The Wave juga menerapkan green building concept, dimana semua area-area koridornya dilengkapi oleh ventilasi alami yang menerapkan system ventilasi silang sehingga dapat menghemat energi. Selain itu, pengembang juga membuat kolam resapan yang luasnya sebesar 30% dari luas ruang hijau terbuka, sebagai tempat untuk menampung dan menyerap air hujan ke tanah.
Popularity: 1% [?]








