Superblok, Gaya Hidup Baru Kaum Urban
Superblok kini menjadi idiom baru dalam kancah bisnis properti di tanah air. Ia digadang-gadang bakal mengubah pola hidup masyarakat urban yang selama ini tinggal berjauhan dengan tempat kerja, menjadi one-stop living –dimana dalam satu lokasi, ia bisa tinggal, bekerja, berekreasi dan menyekolahkan anaknya. Apakah impian ini bisa segera terwujud ?
Pengembangan kawasan kota mandiri di pinggiran kota Jakarta boleh jadi sudah kehilangan pesona. Pasalnya, sebagian besar warga yang tinggal di catchment area seperti bekasi, Depok, dan Tangerang masih menggantungkan hidup di tengah kota Jakarta. Dengan begitu, kaum komuter ini setiap pergi dan pulang kerja selalu disergap kemacetan karena karut-marutnya sistem transportasi. Jadi, bisa dibayangkan betapa besar kerugian materi dan waktu yang harus ditanggung para pekerja kerah putih ini.
Kegelisahan masyarakat ini rupanya ditangkap baik oleh para pengembang dengan menghadirkan konsep one stop living dalam wujud superblok. Disitu warga bisa lahir, bersekolah, beribadah, bekerja, menikah, berbelanja, dalam satu kawasan terpadu. Ringkasnya, superblok memungkinkan warga hidup dengan semua aktivitas sehari-hari.
Fenomena semaraknya superblok di Indonesia tahun ini boleh jadi mengalami puncaknya. Bagaimana tidak, sejauh ini setidaknya ada 10 mega proyek mix use development atau superblok yang mengepung kota Jakarta. Antara lain : Rasuna Epicentrum, Podomoro City, Kemang Village, CBD Pluit, Season City, Kota Kasablanka, Kuningan City, The St. Moritz Penthouse and Residences, Gandaria City, dan Ciputra World Jakarta. Kedepannya, boleh jadi deretan superblok ini bisa bertambah panjang.
Gandaria City yang dikembangkan oleh PT Artisan Wahyu, anak perusahaan Pakuwon Group, berada di Jantung kawasan Jakarta Selatan. Tepatnya di arteri Pondok Indah. Gandaria City akan menjadi suatu landmark di Selatan Jakarta, diatas lahan seluas 85.000 meter persegi. 2 Tower executive apartment Gandaria Heights yang terdiri dari 32 lantai dengan total unit 300 apartemen, 1 buah mal Gandaria Main Street, 1 Menara perkantoran serta 1 buah hotel berbintang.
Beragam konsep diusung para pengembang untuk menarik kembali masyarakat tinggal di pusat kota. Namun kebanyakan menawarkan model gaya hidup baru bagi kaum urban, disamping tentunya kelengkapan fasilitas serta lokasi yang strategis.
Sebagai pelopor pengembang nasional, perusahaan properti, PT Ciputra Property Tbk. membangun superblok Ciputra World Jakarta, yang berlokasi di Jl Prof Dr Satrio. Superblok (tahap pertama) ini mempunyai luas 5,5 hektar, terdiri dari enam pusat perbelanjaan, 1 gedung apartemen, 1 gedung perkantoran, 1 gedung hotel, dan 5 lantai areal parkir. Pembangunan Ciputra World Jakarta yang berdiri lahan seluas total 10 hektar ini, membutuhkan total biaya investasi sekitar Rp 7 triliun.
Sekalipun berada ditengah kota yang kualitas lingkungannya cukup memprihatinkan, beberapa pengembang rupanya punya concern terhadap aspek ekologis yang ditimbulkan dari pembangunan properti superblok.
Secara teoretis, proyek superblok sangat bagus dikembangkan karena akan memperpendek jarak tempuh perjalanan warga, menghemat energi, mengurangi kemacetan dan kebisingan. Akan tetapi, masalah yang muncul sekarang, tidak semua pengembang mudah mendapatkan satu lokasi yang mencapai enam sampai sepuluh hektar di pusat kota dan di dalam satu hamparan. Namun bila mereka menguasai lahan yang luas nan strategis, maka keuntungan yang bakal diraih sudah di depan mata.
Pembangunan Ciputra World Jakarta ini, tidak saja mempertaruhkan nama besar Ciputra, namun juga menandai momentum kembalinya Ciputra Grup dalam pembangunan proyek komersial di pusat kota Jakarta, setelah beberapa tahun terakhir fokus membangun di berbagai kota di tanah air dan manca negara.
Banyaknya pengembang besar yang terlibat dalam mendirikan superblok, tentu hal ini memberi pilihan bagi warga modern yang hendak kembali tinggal di jantung kota Jakarta. Karena itu sebelum memutuskan superblok mana yang layak untuk Anda, tidak ada salahnya bila terlebih dahulu menyimak tips berikut ini.
Tidak bisa dipungkiri, superblok akan menjadi tren lifestyle di masa depan. Disini seseorang bisa berkantor dengan berjalan kaki dari apartemennya. Jika hendak mencari suasana lain, cukup melanggang ke restoran, sport center, atau pusat perbelanjaan. Harapannya, kelak superblok jadi bagian dari kehidupan kosmopolitan, gaya hidup warga dunia, juga bagi mereka yang menghargai efisiensi dan produktifitas. [m. imam wibowo]
Baca juga : 10 Superblok Kepung Jakarta
Popularity: 2% [?]









One Response to “Superblok, Gaya Hidup Baru Kaum Urban”
By yudik on Mar 8, 2009 | Reply
lalu dmn letak gaya kehidupan kaum urban di dalam tulisan ini???