Realestat Go Green : Hunian Hijau Lebih Menguntungkan
Sulit dipungkiri, hampir semua pengembang kini memberi embel-embel hijau dalam setiap promo jualan proyek propertinya. Maklum saja, hangatnya isu pemanasan global atau global warming, mau tidak mau harus direspon dengan baik oleh para pengembang. Hal ini dapat dipahami, mengingat setiap pembangunan proyek properti –apapun itu bentuknya– memberi dampak besar pada lingkungan sekitar. Bila pengembang tidak bijak dalam memperhatikan aspek lingkungan pada lahan yang ia bangun, niscaya akan menimbulkan petaka alam seperti banjir dan kekeringan.
Menyadari bahaya akan pemanasan global, ada pengembang yang asal memberi label green pada hunian yang mereka jual. Padahal perumahan yang mereka jual tidak merefleksikan eco friendly yang sesungguhnya. Sebaliknya, tidak sedikit juga pengembang yang serius menyuguhkan konsep hijau.
Puri Botanical Residence adalah contoh sukses pengembangan kawasan hunian di tengah perkotaan dengan konsep hijau. Adapaun Bukit Rivera Sawangan coba memanfaatkan potensi alam yang sudah ada yaitu lokasi sejuk dan landscape berbukit yang masih alami.
Gairah pengembang menerapkan konsep hijau pada perumahan yang mereka bangun semestinya sudah tidak terelakkan lagi. Kesadaran dan tuntutan konsumen akan lingkungan yang hijau sudah menjadi gaya hidup. Dan konsumen pun tidak mudah dibohongi dengan promosi perumahan yang asal hijau padahal sesungguhnya tidak.
Sejauh ini harus diakui, perumahan adalah sub-sektor properti yang cukup responsif dan aktif memberi kontribusi pada pelestarian lingkungan. Adapun sub-sektor properti lain yang sudah mulai menjajal konsep hijau adalah areal perkantoran terpadu atau central business dictrict. Konsep yang dikembangkan Sunburst CBD Office Park di BSD City misalnya. Dari luas lahan yang tersedia, pengembang berkomitmen menerapkan konsep 60% untuk lahan hijau dan open space, sedangkan 40% sisanya untuk bangunan perkantoran. Konsep ramah lingkungan juga diwujudkan oleh pengembang melalui material yang eco friendly. Demikian juga dengan suplai listriknya sebagain memanfaatkan tenaga matahari.
Memang tidak mudah dan murah menghadirkan bangunan properti yang mengindahkan aspek lingkungan. Sebab, konsep hijau bukan semata banyak pohon agar kawasan tersebut rindang. Tetapi lebih dari itu, bagaimana mereka meyediakan pengolahan limbah, penyediaan water treatment plant, hingga penggunaan material bangunan yang lebih ramah terhadap lingkungan.
Besarnya manfaat pembangunan berwawasan lingkungan sayangnya tidak disadari oleh semua pengembang. Sebagian dari mereka masih punya pandangan green property identik dengan biaya, serta tidak mendatangkan keuntungan. Namun sesungguhnya persepsi demikian amat keliru.
Green realestate atau property memang membutuhkan lahan yang luas. Namun keterbatasan lahan tidak bisa menjadi alasan bagi pengembang untuk tidak membangun properti yang eco friendly. Justru disinilah tantangan dan kreatifitas seorang pengembang sejati musti dibuktikan.
Popularity: 1% [?]








