Ketika Desain, Mobilitas dan Performa Menjadi Satu
:: Toshiba Portege R500 vs Apple MacBook Air
Tren pasar notebook yang berkembang saat ini adalah menghadirkan komputer jinjing selengkap mungkin fiturnya, namun didesain setipis dan seringan mungkin. Konsep demikian tengah disuguhkan oleh pabrikan Toshiba lewat produknya Portege R500 serta Apple dengan produk fenomenalnya, MacBook Air. Bagaimana bila keduanya disandingkan ?
Bila Anda mendambakan komputer jinjing yang punya mobilitas tinggi dan ultra ringan, jangan buru-buru menjatuhkan pilihan jika belum membandingkan dua notebook supertipis dan ringan ini. Adalah Apple dan Toshiba yang mengusung notebook andalannya, yaitu Macbook Air dan Portege R500. Dari target market maupun spesifikasi, keduanya digadang-gadang sebagai pegangan wajib para pebisnis yang peduli akan desain dan menghargai mobilitas. Notebook yang masuk jajaran Portege Series ini memiliki desain yang super tipis dan ringan dengan magnesium chasis untuk membuatnya tetap kokoh.
Desain yang tidak kalah mempesona juga disuguhkan oleh Apple MacBook Air. Aspek dimensinya mungkin tidak terlalu ultraportable seperti harapan banyak orang, namun ia masuk dalam kategori notebook berukuran kecil. Dengan ketebalan hanya 0.76 inci, Apple menyebutnya sebagai notebook tertipis di dunia.
Desain dan teknik pembuatan MacBook Air luar biasa. Kesan pertama MacBook Air adalah chasis alumunium yang sama digunakan pada MacBook Pro serta fingerprint sebagai perlengkapan standar. Saat diangkat berat MacBook Air mencapai kurang lebih 1.36kg. Konstruksi alumunium membuatnya terasa sangat kokoh dan padat saat digenggam, serta mudah didaur ulang.
Sementara untuk spesifikasi teknis, Portege R500 dipersenjatai dengan Core 2 Duo dengan kecepatan 1.2Ghz dan memory 1GB terpasang.
Adapun spesifikasi teknis MacBook Air ditunjang dengan prosesor dual core-nya dipasok oleh Intel dan harddisk berkapasitas 80GB dengan memory sebesar 2GB. Tapi sayangnya, demi mengejar desain super tipisnya itu, notebook ini harus membatasi beberapa fasilitas penting seperti hanya ada satu port USB, RAM dan Hard Drive yang tidak dapat di-upgrade sendiri serta tidak adanya port Firewire, Ethernet dan Optical Drive. Secara keseluruhan, produk ini hanya akan mengandalkan teknologi Wi-Fi atau teknologi nirkabel lainnya sebagai jaringan. Walaupun demikian, banyak pujian positif dilontarkan pada notebook seharga USD$ 1.799 ini.
Yang menarik di Portege R500 tersedia media simpan hardisk berkapasitas 160 gigabyte dan ia merupakan notebook pertama yang memiliki solid state drive (SSD) tunggal berkapasitas 128 gigabyte. Teknologi SSD mampu membuat sebuah notebook menjadi lebih realible dengan kinerja yang lebih baik dan membutuhkan power yang lebih sedikir, atau hemat energi. Selebihnya, notebook berharga sekitar U$ 3.000 ini dilengkapi hardisk protection, spill resistant keyboad, serta fingerprint security suite.
Popularity: 1% [?]







