“Mereka Bilang Saya Monyong”, Buku Mobi untuk iPhone/iPod Touch
Monday, February 8th, 2010 |
Tentang 3 hal saya benar-benar yakin:
Pertama, saya seorang vampir.
Kedua, ada sebagian dari tubuh saya yang terlalu runcing ke depan a.k.a tonggos—dan saya tahu seberapa tonggosnya bagian itu—yang haus akan darah.
Dan ketiga, saya membencinya. Dan benci itu teramat dalam hingga saya tak sanggup buka mulut tanpa mengumpat dan memutuskan untuk kembali ke darah ayam.
Ini kisah tentang Edwin, vampir anyaran yang menderita minder dan merasa serba salah. Mangap dibilang tonggos, mingkem dibilang monyong. Alih-alih takut, para calon mangsanya justru geli melihat taringnya yang terlalu maju untuk ukuran vampir yang bukan pelawak.
(more…)
Popularity: 1% [?]
“Gadis Kecil Penjaga Bintang” Sudah Bisa Didownload dari Ponsel Anda
Saturday, October 24th, 2009 |
Pagi itu, di pantai yang sama, berdiri seorang kakek tua yang berada di senja hidupnya. Ia memandangi ombak yang menghapus jejak di pasir sembari memikirkan apa saja yang sudah ia lakukan sepanjang hidupnya.
Sementara itu, gadis kecil yang memungut dan melempar bintang laut ke air, tiba di dekat kakek tua itu. Keringat telah meleleh di kening dan tepi pipi gadis kecil.
“Pantai ini membentang hingga jauh sekali, dan ada ribuan bintang laut terdampar,” ujar Si Kakek. “Bagaimana yang kau lakukan ini bisa menghasilkan sesuatu yang berarti, Anakku?”
“Akan ada artinya bagi yang satu ini, Kakek,” seru gadis kecil sambil melempar seekor bintang laut di tangannya ke dalam air.
Popularity: 1% [?]
“The Scented Mummy” for iPhone is Published
Thursday, October 15th, 2009 |
The Scented Mummy by Naning Pranoto was published in Indonesia as Mumi Beraroma Minyak Wangi by IndonesiaTera in 2001. This is the English translation. It tells the story of a middle class woman whose life is numbed by politics: hence the term ‘mummy’ to describe the shell of an existence that she lives. The cause of her suffering is Suharto’s New Order regime with its anti-Communist and crony-capitalist characteristics. For three decades from the 1960s to the 1990s, it created victims on the one hand and unprincipled opportunists on the other. While President Suharto had been hailed in his time as the father of development, this ‘development’ was viewed with irony by the common people who were left weak and dependent.
It is the story of these common people that Pranoto tells. She does so though the setting of Bandung in the 1970s and shanty town at the garbage dump area around Cilincing, Jakarta, in the 1980s onwards. She shows how the desperately poor take in the middle class woman who finds herself amongst them, and how her perfume-making business helps them. Ultimately, however, a political novel such as this can only end realistically for its protagonist despite the hope and courage expressed in the face of adversity.
Popularity: 1% [?]
Mobile Book “Aphrodite” Sudah Bisa di Download
Wednesday, September 16th, 2009 |Judul : APHRODITE
Penulis : Laire Siwi Mentari
Genre : Fiksi - Teenlit
Harga : Rp 5.000,-/unit
Seteleh berhasil mencetak penjualan cukup fantastis dalam versi cetak yang diterbitkan oleh Katakita, novel remaja atau teenlit berjudul “Aphrodite” kini hadir dalam format mobile book. Dengan kata lain, Anda berarti sudah bisa menikmati karya penulis Laire Siwi Mentari ini hanya dari ponsel Anda via SMS, dengan harga yang sangat terjangkau dan tidak perlu repot pergi ke toko buku.
Caranya :
Ketik MOB <spasi> KODE KONTEN
Kirim ke 9788, harga Rp 5.000,-/unit
Popularity: 1% [?]
“Cara Elegan Menjadi Narsis di Facebook”
Friday, September 4th, 2009 |
Judul : Cara Elegan Menjadi Narsis di Facebook
Penulis : Gantyo Koespradono
Genre : Non Fiksi – Kiat
Harga : Rp 5.000,-/unit
Sejak Facebook yang ditemukan seorang anak muda bernama Mark Eliot Zuckerberg marak dua tahun terakhir ini, memudahkan bagi kita untuk bernarsis-ria.
Sampai sekarang situs pertemanan sosial itu sudah digunakan oleh sedikitnya 175 juta orang di dunia, salah satunya adalah Anda. Angka ini kemungkinan sudah tidak valid, sebab setiap saat, jumlah warga dunia yang membuka akun di Facebook terus bertambah.
Mereka – termasuk Anda – memanfaatkan Facebook untuk narsis lewat berbagai cara. Ada yang pasang foto, ada yang mengubah status di wall/dinding setiap saat agar diperhatikan oleh teman-temannya, dan tidak lupa men-tag nama-nama orang yang dikenalnya saat memposting foto atau produk-produk lain.
Popularity: 1% [?]







