Kota Tarakan Sepi
Metrotvnews.com, Tarakan: Konflik warga pendatang dan suku asli di Tarakan, Kalimantan Timur, sudah mereda. Namun, aktifitas warga Tarakan belum normal seperti semula. Sejumlah toko, pasar dan perkantoran masih sepi. Volume kendaraan yang melintas di jalan raya tidak seramai hari biasanya.
Dari beberapa titik yang terpantau, seperti pasar tradisonal, pusat-pusat perbelanjaan sembako tidak ramai didatangi pengunjung. Para penjual mengakui pelanggan yang biasa membeli barang tidak datang. Suasana lengang juga terlihat di gedung pendidikan di beberapa tempat di Kota Tarakan meski sekolah dinyatakan tidak ditutup. Namun, hampir seluruh sekolah yang beroperasi hari ini memilih mengunci pintu pagar saat berlangsung proses belajar mengajar.
Warga mengaku tidak berani keluar terlalu jauh. Sebab, hingga saat ini belum ada jaminan suasana menjadi kondusif dari aparat. Apalagi, warga asli masih lalu lalang dengan senjata tajam. Suasana kembali mulai memanas saat sekitar 500 warga kembali berkonsentrasi di Masjid Al-Muarif menuntut polisi segera menangkap pelaku pembunuhan warga suku asli. (M Sakir/DOR)



KAMI BERDOA, SUPAYA PERANG DIMULAI LAGI, KAMISUDAH CUKUP SABAR UNTUK MENAHAN SEMUA DERITA YG DIAKIBATKAN OLEH BUGIS LETTA ITU, MEREKA JUGA MERAMPOK, MEMPERKOSA DAN MEMBUNUH ORANG KAMI... INILAH SAATNYA KAMI NANTIKAN.
saya setuju apa yang dikatakan dhani rachadhan, bugis leta bugis diperbatasan pinrang dan enrekang, yg sering memulai pertikain di tarakan, ada beberapa kasus yg tercatat, (permekosaan di amal salah satunya). kami mau damai jika bugis leta kembali ke kampungnya.
salam damai tarakan
@ putra bugis :....klo tidak bisa membelah diri
biarkan saja mereka menabrak xxxxx......membuat mereka puas.
toh juga pasti ada yg akan menyelesaikanya di belakang.
itu sudah resiko perang di rantau orang.
kita tidak munafik..........setinngi2 kemampuan seseorang pasti ada yang lebih meniggihinya,
jadilah orang yg ramah dan jagan anggkuh.
z tidak terima sodara2ku d kaltim d gtuin... by putra bugis...
KAMI SDH CUKUP DITINDAS JDI QMI HRS BERTINDAK.
KAMI ORNG ASLI PRIBUMI JDI KMI G MW DI ANGGAP REMEH.