Hendrawan Supratikno: Dosa Besar Skandal Century Ada di BI
Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan, dosa besar terbesar sehingga ada skandal Bank Century adalah data Bank Indonesia (BI) yang tidak akurat. "BI memainkan peran besar," kata Hendrawan saat diwawancarai reporter Metro TV Tascha Liudmilla, Kamis (14/1).
Menurut Hendrawan, ini terlihat dari presentasi BI pada 21 Nopember 2008, saat Century ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik, ternyata tidak memadai. Buktinya, pada 24 Nopember 2008, muncul data susulan yang menunjukkan kondisi Century semakin memburuk. "Sehingga ada yang mengatakan kita salah mengambil kebijakan," kata Hendrawan mengutip transkrip rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dosa lain, kata Hendrawan, adalah mengapa KSSK berani membuat keputusan ketika data tidak memadai dan argumen tidak mendukung itu. "Apakah ada tekanan tertentu, sehingga ada psikologi ketakutan saat rapat untuk membuat keputusan benar. Ini membuat keputusan penting tidak bisa dibuat dengan baik," kata Hendrawan.(DOR)




Pemerintah pada saat itu dalam situasi buah simalakama, kebijakan harus segera diambil & hasilnya jelas terlihat APBN Indonesia termasuk dalam kondisi sehat saat ini. Jika tidak diambil n ekonomi Indonesia kacau, pasti DPR akan menyalahkan Pemerintah lagi yg dianggap tidak becus, trus apakah DPR itu sebagai wakil rakyat (notabene rakyat ingin damai, tentram, ekonomi & politik stabil, maju n berkembang) or sebagai "musuh" Pemrintah yang kerjanya mencari-2 kesalahan aja?? Coba diubah pandangan berpikir kita, saat ini tujuan Pansus ditengarai "harus ada yg masuk penjara & pergantian posisi RI 2 (or mgk bahkan RI 1 & Menkeu)", mengapa bukan "gimana cara dana 6,7 T itu balik ke Indonesia" dulu.. jangan sampai output dari Pansus ini mengorbankan kebenaran but dana tetap tidak bisa kembali juga...sama aja boong!!! Jangan sampai kayak kasus Bulog n Brunei gate jaman Gus Dur (sampai sekarang mengendap tanpa tahu keabsahannya)...kapan majunya negeri ini klo rebutan posisi dikedepankan???
Yang penting sekarang, bagimana untuk mengembalikan dana nasabah century yang belum dibayarkan. Segera saja dilunasi ! Pemerintahnya siapa saja, Indonesia tak akan maju, bila selalu diobok-obok.
Ya saya setuju dengan andreas. DPR hanya menghabiskan energi untuk hal yang tidak perlu. segera selesaikan UU yang belum ada, stabilkan politik. bukan hanya menghabiskan uang rakyat saja, bayangkan anggaran untuk pansus ini berapa? bagaimana jika anggaran ini digunakan untuk kesejahteraan rakyat? DPR lebih pantas disebut perampok uang rakyat.
ini bukan Skandal. ini impeachmen DPR ke pemerintah. Bailout itu menyelamatkan indonesia dari krisis. Bank Mutiara masih jadi penyelamtan itu masih bisa dipertanggung jawabkan. beda kalau bank itu kolaps, tidak ada lagi. yang terutama adalah Indonesia tidak krisis, catat itu. saya yakin jika indonesia jadi krisis, DPR menuding lagi ke pemerintah, menyelahkan pemerintah dsb. marilah kita tinggalkan century secara politik, lanjutkan secara hukum. Berilah kesempatan Pemerintah menjalankan program 100 harinya, jangan digangu secara politik, tidak fair itu. Kapan negara ini maju jika dikit-dikit DPR mempermasalahkan kebijakan pemerintah? Ayo kita lanjutkan pembangunan indonesia seutuhnya, kita ketinggalan jauh dengan negara tetangga, yang notabene stabil dalam politik. Indoesia ini hanya kurang satu komponen saja yaitu: Stabilkan situasi politik untuk mendukung pemerintah menjalankan programnya. saya berdoa untuk kekuatan pemerintah. wahai mahasiswa, jangan hanya teriak memaksakan kehendak. berbuatlah positif dengan membangun bangsa ini dengan kerja bukan orasi sana-sini. itu kerjaanya politikus bukan mahasiswa.
setujoe bang andreas.. pikiran lue sama dengan ku