Jakarta Akan Lumpuh Total 2014?
Metrotvnews.com, Jakarta: Jakarta diperkirakan lumpuh total total antara 2014-2015. Itu lantaran jumlah kendaraan yang terus membengkak setiap hari. Pertumbuhan jumlah kendaraan dalam setahun mencapai 91 kali lipat dari pertumbuhan luas jalan.
Jumlah mobil pribadi bertambah sekitar 220 setiap hari. Jika diandaikan, ukuran satu mobi rata-rata 3X1,5 meter. Artinya, satu mobil akan memakai badan jalan sekitar 4,5 meter persegi atau 990 meter persegi untuk 220 mobil baru per hari.
Dalam setahun, ruas jalan yang akan ditempati mobil baru mencapai 361.350 meter persegi atau 361 kilometer. Sementara penambahan ruas jalan raya, menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, rata-rata hanya 401 meter per tahun. Ketimpangan itu belum termasuk jarak toleransi antarmobil maupun sepeda motor yang pertumbuhannya lebih dahsyat lagi: 800 unit per hari. Berdasarkan penghitungan itulah para pengamat meramalkan kelumpuhan Jakarta.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pernah manyiasati ancaman dengan membangun sistem transportasi baru, seperti TransJakarta, monorail, dan water way. Tapi mega proyek tersebut kini terbengkelai seiring berakhirnya masa jabatannya Sutiyoso, 2007.(IKA)




Jakarta membutuhkan perubahan besar (breakthrough) dalam perbaikan sistem transportasi dan juga sanitasi. Permasalahan transportasi yang terjadi di jakarta tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah saja namun juga butuh kontribusi dari masing-masing pengguna (warga). Permasalahan tersebut harus diselesaikan secara integral dengan treatment yg langsung ke akar permasalahan melalui perencanaan transportasi perkotaan yang konsisten dengan pengembangan tata ruang, sosial, dan ekonomi. Hal ini dapat direalisasikan jika pengambil kebijakan memiliki visi yang jelas sebagai basis, yaitu strategi dasar pengembangan sistem transportasi perkotaan. strategi ini dapat dilaksanakan bersamaan dengan 2 kunci sukses pengembangan sistem transportasi lainnya, yaitu: 1. leadership yang kuat 2. political will dari semua pihak terkait
Kalo di lihat dari sisi Geo jakarta punya posisi yang bagus, selain jarang kena bencana dahsyat seperti tsunami, gempa, badai mungkin, kecuali banjir yang menahun. Cuma kan banjir jg terjadi atas ulah manusia, bukan bencana asli model tsunami or gempa or gunung meletus. Saran saya sebeiknya pemerintah mulai memberlakukan pembatasan jumlah kendaraan, dan meningkatnya sistem kapasitas jumblah penumpang 1 mobil dijalan2 utama dengan memperpanjang waktu nya, misal dari jam 6 - 10 pagi dan sore di jam 4- 7. Jakarta sudah terlalu sempit dengan jumlah populasi yang selalu bertambah tiap tahunnya, jumlah pembangunan, peningkatan jumlah kendaraan tapi tidak di iringi dengan pembangunan pelebaran jalan, karna lahannya juga sudah gak ada, kalo saya bilang Jakarta super crazy.
kalo ibukota bisnis (jakarta) d pindahin ke daerah yg tanahnya msh luas, spt kalimantan dan irian, orang jawa termasuk presiden, menteri2 dan pejabat2nya susah dapet extra income dong.... mereka2 cm mentingkan perut drpd nasib bangsa yg akan datang... nunggu pulau jawa tenggelam br mrk br sadar.... damn!!! capek....
sebenarnya begini sdr James, tingkat ekonomi kita tidak semuanya sama, sementara kendaraan sudah menjadi barang kebutuhan. jadi kalo sdr bilang dengan cara menghilangkan kredit, menurut saya usulan sdr kliru karena tidak smua orang mampu beli dalam bentuk cash. jgn2 ntar pihak leasing bisa marah lho mas ... dagangannya gak laku
saya setuju dengan pemindahan ibukota contoh USA , China ,antara kota busines dan pemerintahan terpisah juga misalnya terjadi sesuatu mis: perang dsb bukan ibukota yang lumpuh duluan dan perlu dicarika lokasi yang benar2 dapat berpotensi di kedepannya.