Belasan Gunung Berapi di Indonesia Status Waspada
Metrotvnews.com, Jakarta: Pasca-meletusnya Gunung Merapi juga gempa disusul Tsunami yang menggulung Kepulauan Mentawai, status belasan gunung berapi di Indonesia pun ikut meningkat. Petugas pemantau meminta warga sekitar meningkatkan kewaspadaan.
Di perairan Selat Sunda, aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) meningkat terhitung sejak akhir September. Hingga tadi malam gempa vulkanik dalam sehari mencapai 300 kali. Berdasarkan pantauan di Pos Pemantau GAK di Pasauran, Cinangka, Serang, Banten, selain memunculkan kegempaan, GAK juga menimbulkan 117 kali letusan, 56 kali embusan, dan sinar api terlihat 2 kali dengan warna putih kelabu menggumpal. Bahkan letusan gunung terdengar hingga Anyer, Banten.
Letusan GAK juga menimbulkan kawah baru dengan ketinggian 400 hingga 700 meter. Kawah tersebut berada di sebelah kawah lama yang meletus sebelumnya.
Seakan tak ingin kalah, Gunung Papandayan pun memamerkan kekuatannya. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meningkatkan pengawasan Gunung Papandayan pasca-gempa 4,5 SR Rabu silam. Sejak itu sedikitnya 28 kali gempa vulkanik dangkal. Meski begitu status Papandayan masih berada pada level 2 atau waspada.
Saat ini berdasarkan pantauan PVMBG ESDM, ada 18 gunung yang berstatus Waspada, di antaranya Gunung Bromo di Jawa Timur, dan Gunung Batur di Bali. Lalu ada 2 gunung berstatus siaga, yaitu Gunung Karangetang di Sulawesi Utara, dan Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara. Sementara satu gunung, yakni Merapi di Yogyakarta tetap Awas.
Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Suharjono menyatakna gempa tektonik dapat menjadi pemicu munculnya aktivitas vulkanik di daerah-daerah yang terletak pada lempengan yang sama.
Status Waspada juga disematkan pada Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Pengamatan petugas Pos Pantau Semeru di Gunung Sawur, meligat aktivitas gempa di Semeru terus meningkat.
Demikian juga status Gunung Egon di Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sejak 6 bulan lalu, statusnya dinaikkan dari normal menjadi Waspada karena meningkatnya gempa dalam dari 6 kali menjadi 18 kali, dan gempa dangkal dari 31 kali menjadi 58 kali.
Gunung Egon pernah meletus pada 2005, 2006, dan 2008, yang memaksa warga sekitar mengungsi. Egon tercatat meletus dahsyat pada 1925.(DSY)



