Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah

7 July 2026 14:07

Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memecahkan rekor pembagian dividen terbesar sepanjang sejarah perseroan dengan total mencapai Rp52,1 triliun untuk tahun buku 2025. Jumlah ini setara dengan Rp346 per saham atau sekitar 92 persen dari total laba bersih. 

Pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasi perseroan sebesar Rp57,132 triliun. Dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun. Momentum kinerja yang solid ini juga terus berlanjut hingga awal tahun 2026.

Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, pada triwulan satu tahun 2026, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,5 triliun. Atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,7 persen secara year-on-year atau secara tahunan. Sementara untuk dana pihak ketiga atau DPK, tercatat tumbuh 9,4 persen secara tahunan.

Di tengah fundamental kinerja yang tetap terjaga, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan kalau pertumbuhan perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Apresiasi terhadap langkah transformatif bank-bank BUMN ini juga datang dari Chief Operating Officer atau COO Danantara, Dony Oskaria, yang menyebut kinerja positif bank Himbara ini menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Terutama melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan juga kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya saing nasional.
 

 

Penguatan kinerja dan percepatan transformasi


Dalam fase baru pengelolaan di bawah Danantara, BRI juga terus memperkuat kinerja dan juga mempercepat transformasi. Ini tercermin dalam sejumlah langkah strategis. Ada delapan langkah strategis yang dilakukan. 

Pertama, terkait dengan pembagian dividen tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp52,1 triliun. Yang mana capaian ini tidak hanya menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BRI, tapi ini juga sekaligus mempertegas konsistensi perseroan dalam menjaga profitabilitas, menciptakan nilai bagi pemegang saham, dan juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Kedua, terkait dengan Transformasi Brivolution Reignite. Yang mana ini dirancang untuk memperkuat fondasi dari bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memastikan kalau BRI ini tetap relevan dan juga kompetitif di tengah perubahan lanskap ekonomi dan juga teknologi.

Ketiga, melihat bagaimana Rebranding dari BRI yang artinya juga mempertegas posisi satu bank untuk semua. Keempat, Cost of Fund yang turun ke 2,3 persen yang mencerminkan efisiensi pendanaan yang semakin kuat.

Kelima, penyaluran KUR BRI yang terbesar yang tembus hingga Rp84,36 triliun. Keenam, BRI juga memperkuat akses hunian rakyat dengan penyaluran KPP BRI yang tembus Rp9,5 triliun. Ketujuh, DNA kerakyatan tetap kuat, yang mana BRI konsisten untuk memperkuat pemberdayaan UMKM dan desa.

Kedelapan, yang mana BRI Group kian semakin solid. Entitas anak menyumbang 25,1 persen laba konsolidasi di bawah supervisi Danantara. Yang mana penguatan ekosistem BRI Group tercermin dari kontribusi perusahaan anak yang hingga akhir triwulan satu tahun 2026 membukukan laba sebesar Rp3,89 triliun atau setara dengan 25,1 persen dari laba bersih konsolidasi BRI.

BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X