Akankah RIM Bertahan pada 2012?

Techno = | Selasa, 20 Desember 2011 03:45 WIB

KONDISI Research in Motion (RIM) yang memburuk mengundang pertanyaan, akankah produsen BlackBerry dan PlayBook itu bertahan pada 2012?

Pada November 2011, RIM harus menanggung biaya pembuatan dan pemasaran komputer tablet PlayBook yang tidak dibeli konsumen. Jumlahnya mencapai US$365 juta. Lalu, pada bulan ini, mereka menunda peluncuransmartphone berplatform QNX sampai pertengahan 2012 akibat kondisi pasar yang tidak jelas.

Co-CEO RIM Jim Balsillie dan Mike Lazaridis turut menanggung kerugian itu dengan memotong gaji mereka sebesar US$1 untuk setiap unit PlayBook. Meski begitu, analis menyebutkan kalau Balsillie dan Lazaridis tetap dibayar lebih.

Akar permasalahan BlackBerry terletak ada transisi ke sistem operasi baru yang dilakukan untuk menyaingi iPhone dan ponsel berbasis Android. Mereka harus mengembangkan ulang peranti lunak. Sejauh ini, produk yang telah menggunakan versi baru itu ialah PlayBook.

Lazaridis menumpuk kekecewaan investor akibat pemangkasan penjualan dari 14,8 juta unit BlackBerry pada Natal tahun kemarin menjadi 11-12 juta pada tahun ini. Pada November, analis Ian Fogg mengingatkan jika RIM gagal memasarkan produk berkualitas, bisnis mereka lambat laun akan menurun.

Sepertinya, prediksi Fogg akan terbukti. Tim riset Canalys mengatakan saham RIM di pasar smartphone Amerika Serikat turun menjadi 9,2% pada kuartal ketiga dari 24% pada periode yang sama tahun lalu. Tidak kalah menarik, sejumlah analis mengungkapkan kalau RIM tidak membutuhkan pengguna, tetapi pembeli. (MI/*)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
mamad,
Selasa, 20-Desember-2011

bb itu hp mahal, tidak sebanding dgn fitur2nya..pengguna lainnya sdh sadar, kecuali di indonesia..
 
tammy,
Selasa, 20-Desember-2011

Tuh analis bilang RIM perlu pembeli bukan pengguna, kata lain RIM perlu masyarakat ala Indonesia yg demen beli (consumerism),nggak mau jadi pengguna, karena lebih suka membajak atau beli bajakan.
 
Stork,
Selasa, 20-Desember-2011

RIM lets moving to Indonesia you will found sucess market
 
A mentally underdeveloped Indonesian,
Selasa, 20-Desember-2011

Selama orang Indonesia masih tergila-gila main BB tanpa memikir untuk tujuan apa, seperti yang terjadi kemarin, RIM masih punya harapan. 90 orang Indonesia yang pingsan karena rebutan BB, itu bukti masa depan RIM masih cerah... pindah saja ke Indonesia...