Jelang Puasa, Harga Pangan Meroket
Nasional / Jumat, 15 Juli 2011 12:29 WIB
Metotvnews.com, Bandung: Harga sejumlah bahan pangan merangkak naik pada dua pekan menjelang bulan suci Ramadhan. Kenaikan harga mulai dari Rp2 ribu hingga Rp5 ribu dari harga asal. Pedagang mengeluhkan kenaikan harga tersebut.
Di pasar tradisonal Kosambi, Bandung, Jawa Barat, harga telur ayam mencapai Rp17 ribu per kilogram. Padahal, harga sebelumnya hanya Rp14 ribu. Sedangkan minyak kelapa curah dijual Rp18 ribu per kilogram, naik Rp2 ribu dari harga sebelumnya.
Begitu pula dengan pasar tradisional di Palopo, Sulawesi Selatan. Kenaikan harga Rp1.000 hingga Rp1.500 terjadi pada beberapa jenis beras, seperti beras kepala dan beras ketan putih.
Sedangkan harga cabai naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu. Telur ayam dibanderol dengan Rp33 ribu per kilogram. Harga asal telur ayam sebelumnya hanya Rp22 ribu.
Kenaikan harga bahan pangan pun terjadi di Dumai, Riau. Penjualan telur di Pasar Senggol Jalan Sutan Syarif Kasim yakni Rp1.400 per butir, atau naik Rp400 dari harga asal.(RRN)
Jumat, 15-Juli-2011
pemerintah harus lakukan operasi pasar dan bantu rakyat untuk dapatkan harga murah
Jumat, 15-Juli-2011
Ramadhan telah gagal total...bukannya mengerem konsumsi, ini bulan paling boros sepanjang tahun...sungguh paradox....untung cuma 1 kali ramadhan dlm setahun...
Jumat, 15-Juli-2011
Maka jadikan puasa itu benar "pengurangan konsumsi"dan bukan sebaliknya yaitu penambahan jajanan. Hukum ekonomi itu jelas dan ringkas yaitu kenaikan harga BERBANDING LURUS dengan kenaikan permintaan dan pertambahan penduduk TIDAK DIIMBANGI penambahan produksi pangan. Dan itu rasionil kalau tempat titipan pendidikan yg diharapkan bisa meningkatkan kecerdasan dgn dana tak sedikit ternyata dibelakang rame2 cuma produksi cuci otak model Timteng dan "ledakan". Tayangan anak2 yg berani melempari polisi di Sulawesi sdh merupakan alarm over populasi dr manusia2 yg "tidak produktif".....