Transformasi UMKM Kerajinan Solo Melalui Inovasi Produk di Program Kota EMAS
Program Kota EMAS, Transformasi Strategis UMKM Kerajinan Solo Menuju Pasar Dunia
4 February 2025 19:07
Surakarta: Masa depan sektor kerajinan di Kota Surakarta memasuki babak baru. Melalui peluncuran Program Kota EMAS (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera), sebanyak 27 pelaku UMKM pilihan kini dipersiapkan untuk naik kelas melalui penguatan inovasi produk dan manajemen usaha yang lebih profesional.
Kegiatan yang berpusat di PLUT-KUMKM Surakarta ini menjadi titik awal bagi para perajin untuk lepas dari pola produksi konvensional. Program ini mengintegrasikan potensi lokal dengan tren pasar modern guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu sorotan utama dalam program ini adalah pembekalan keterampilan teknis tingkat lanjut, seperti workshop pembuatan resin. Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan bahwa pengembangan produk unggulan harus berbasis pada peningkatan nilai tambah.
"Pemberdayaan UMKM tidak bisa hanya sekadar teori. Melalui edukasi praktik seperti teknik resin, kami ingin para pelaku usaha di Surakarta memiliki diferensiasi produk. Keterampilan ini harus diaplikasikan agar produk kerajinan kita memiliki daya saing tinggi dan mampu menjangkau ceruk pasar yang lebih luas," jelas Sandiaga.
Ia menambahkan bahwa fokus utama Program Kota EMAS adalah memastikan UMKM mampu meningkatkan pendapatan secara nyata melalui pendampingan yang terukur, mulai dari proses kurasi hingga perluasan pemasaran.
Menanggapi inisiatif tersebut, Pemerintah Kota Surakarta melalui Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskopukmperin), Agung Riyadi, menggarisbawahi bahwa kunci sukses pengembangan UMKM terletak pada kualitas pendampingan.
"UMKM kita sudah sering terpapar pelatihan. Yang mereka butuhkan sekarang adalah terobosan baru yang lebih konkret. Kami berharap Program Kota EMAS menjadi motor penggerak agar pelaku usaha semakin inovatif dan produktif, sehingga dampak terhadap peningkatan skala usaha benar-benar terasa di lapangan," ujar Agung mewakili Wali Kota Surakarta.
Dalam naskah pengembangan ini, UMKM ditegaskan bukan lagi sekadar usaha sampingan, melainkan pilar utama ketahanan ekonomi daerah dan penyerap tenaga kerja yang signifikan. Sinergi antara Yayasan Indonesia Setara, INOTEK Foundation, dan pemerintah daerah diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi kota.
"Kami mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana transformasi usaha. Dari yang sebelumnya dikelola secara tradisional, menjadi lebih profesional dan berkelanjutan," tutup Agung.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, Program Kota EMAS diharapkan mampu mencetak UMKM kerajinan yang tangguh dan siap menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.