Arab Saudi Ancam Respons Tegas usai Serangan Houthi Lukai 13 Warga Sipil

Bendera Arab Saudi. (Anadolu Agency)

Arab Saudi Ancam Respons Tegas usai Serangan Houthi Lukai 13 Warga Sipil

Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 16:01

Riyadh: Arab Saudi memperingatkan akan merespons secara “tegas” serangkaian serangan kelompok Houthi yang menggunakan rudal balistik dan drone hingga melukai 13 warga sipil di wilayah selatan negara tersebut.

Peringatan itu disampaikan pada Selasa, 15 September 2026 setelah koalisi pimpinan Saudi mengonfirmasi serangan rudal dan drone sehari sebelumnya terhadap Khamis Mushait, Abha, dan Taif.

Houthi mengklaim telah melancarkan serangan “berskala besar” menggunakan “puluhan rudal balistik dan drone” terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait, Arab Saudi selatan.

Koalisi mengatakan 13 orang terluka dalam rangkaian serangan tersebut. Menurut Houthi, Arab Saudi kemudian merespons dengan lebih dari 50 serangan udara, seperti yang dilakukan sehari sebelumnya.

“Kami akan menangani serangan itu dengan tegas untuk melindungi kedaulatan Kerajaan dan mengambil seluruh langkah operasional yang diperlukan untuk mencegah pendekatan yang bermusuhan dan ekstremis ini,” kata pihak koalisi, dikutip dari TRT World.

Sementara itu, anggota biro politik Houthi, Hazem al-Assad, mengatakan respons kelompoknya akan terus berlanjut dan meningkat selama Saudi dianggap meneruskan agresi terhadap rakyat Yaman.

“Respons Yaman akan terus berlanjut dan meningkat selama mereka terus melakukan agresi terhadap rakyat kami,” kata al-Assad.

Pada dini hari Selasa, pertahanan sipil Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara di enam wilayah sebelum kemudian mencabutnya.

Perang Yaman Kembali Memanas

Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan Houthi kembali meningkat sejak perang saudara berkobar pada Juli setelah bertahun-tahun relatif tenang.

Houthi disebut kembali menargetkan kapal-kapal di Laut Merah serta infrastruktur minyak Saudi, negara eksportir minyak mentah terbesar dunia. Serangkaian serangan tersebut turut mendorong harga minyak menembus ambang 100 dolar AS per barel.

Dalam salah satu serangan di Yaman bagian barat pada Senin, delapan tentara pasukan pemerintah tewas, menurut dua sumber militer.

Pasukan pemerintah Yaman pada Minggu juga mengklaim merebut kembali sejumlah posisi Houthi di Provinsi Taiz, Yaman barat daya, serta menewaskan sedikitnya 10 anggota kelompok tersebut dalam serangan udara.

Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014, sehingga pemerintah Yaman mundur ke Aden di wilayah selatan. Setahun kemudian, Arab Saudi memimpin koalisi untuk melakukan intervensi militer guna mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

Badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Senin bahwa pertempuran yang kembali meningkat telah memaksa 93.864 orang meninggalkan rumah mereka.

Baca juga: 13 Warga Sipil Terluka dalam Serangan Houthi ke 3 Kota di Arab Saudi

(Willy Haryono)