Pengolahan sampah plastik. Foto: Medcom.
Volume Sampah Selama Ramadan di Tasikmalaya Meningkat 20%
Media Indonesia • 1 April 2024 13:51
Tasikmalaya: Produksi sampah selama bulan ramadan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, meningkat 20 persen jika dibanding hari biasa. Peningkatan tersebut terjadi akibat bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat pada bulan ramadan terutama kantong plastik bekas pakaian baru.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Deni Diyana, mengatakan kenaikan tonase sampah bulan ramadan sudah biasa terjadi setiap tahunnya dan peningkatan tersebut paling banyak dari sampah plastik kemasan makanan, minuman menjadi penyumbang terbesar.
"Meningkatnya tonase sampah di pada bulan ramadan hal yang lumrah terjadi setiap tahun, karena konsumsi terhadap makanan kemasan bertambah dan sekarang mendekati Lebaran banyak masyarakat belanja pakaian baju baru sehingga banyak diemui bungkus plastik yang ada di tempat sampah," kata Deni di Tasikmalaya, Senin, 1 April 2024.
| Baca: Limbah Elektronik Diprediksi Semakin Meningkat
|
"Ukuran kemasan kecil membuat orang tidak merasa bersalah ketika membuangnya tanpa mereka sadari hingga akhirnya bertumpuk menjadi lebih banyak lagi. Kenaikan volume sampah akan terjadi setelah hari raya Idulfitri, dan pada momentum tersebut diprediksi akan meningkat mencapi 50 persen," jelasnya.
Menurutnya peningkatan volume sampah di bulan ramadan akan terus bertambah banyak dan untuk hari ini berkisar 200 ton per harinya atau mengalami kenaikan 50 persen menjadi 300 ton per hari. Kenaikan sampah yang telah terjadi, sudah menyiapkan rencana antisipasi salah satunya tetap mempekerjakan petugas kebersihan selama bulan ramadan termasuk pada hari raya Idulfitri.
"Untuk antisipasi kenaikan sampah selama ini terus dilakukan di TPA dengan memperbaiki mobil yang mogok hingga bagi shift petugas kebersihkan termasuk telah disiapkan surat tugas sehingga mau tidak mau mereka harus melaksanakan tugas meski lebaran. Namun, kami juga sudah melakukannya pembukaan landasan secara berkelanjutan untuk akses armada di TPA termasuk mengantongi dana Rp50 juta dari Corporate Social Responsibility (CSR) BJB untuk sewa ekskavator," ujarnya.