Ilustrasi. Medcom.id
KPU Kota Tasikmalaya Membuka 1.953 Petugas Pantarlih
Media Indonesia • 18 June 2024 13:13
Tasikmalaya: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, membuka pendaftaran 1.953 orang petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) tersebar di 10 kecamatan. Pembukaan tersebut akan dilakukan untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Anggota KPU Kota Tasikmalaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Leisa Dera, mengatakan jelang Pilkada serentak pada tahun 2024 membuka pendaftaran yang diperuntukkan bagi 1.953 orang petugas pantarlih daftar pemilih tetap (DPT). Namun para petugas tersebut nantinya mereka akan berkerja mendata daftar pemilih di 69 Kelurahan tersebar di 10 kecamatan.
"Untuk Pilkada di Kota Tasikmalaya rasio TPS jumlahnya 984 yang tersebar di 69 kelurahan dengan kebutuhan pantarlih 1.953 orang dan sekarang sudah melakukan tahapan persiapan pelaksanaan pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota Tasikmalaya dan selanjutkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur diselenggarakan bulan November 2024," katanya, Selasa, 18 Juni 2024.
| Baca: Jumlah TPS Pilkada Kota Bengkulu Hanya 511 Titik
|
"Untuk persyaratan perekrutan bagi petugas pantarlih Pilkada secara umum di antaranya pendidikan minimal SMA/SMK sederajat usia 17 tahun, berdomisili di wilayah tugas, bukan anggota partai politik. Namun, masyarakat yang berminat ingin menjadi petugas pantarlih dapat menyerahkan berkas pendaftarannya ke panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat kelurahan dan selanjutnya dilakukan proses seleksi secara profesional," jelasnya.
Menurutnya petugas pantarlih akan diangkat oleh PPS dan seleksi penerimaan bagi peserta akan dilaksanakannya secara terbuka dengan cara memperhatikan kompetensi, kapasitas, integritas dan kemandirian calon pantarlih. Petugas pantarlih akan melaksanakan tugas membantu PPK dan PPS untuk melakukan penyusunan daftar pemilih dan pemutakhiran data pemilih.Â
"Para petugas pantarlih akan mendata daftar pemilih tetap (DPT) dan mereka mencocokan, penelitian data pemilih sebelum ditetapkan menjadi DPT. Karena, seluruh petugas akan mencatat semua warga yang memiliki hak pilih agar semuanya itu bisa masuk DPT dan mudah-mudahan tidak ada yang terlewat," ujar Leisa.