Delapan Marinir AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran di Selat Hormuz

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Delapan Marinir AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran di Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 28 September 2026 13:02

Washington: Delapan Marinir Amerika Serikat (AS) terluka setelah rudal jelajah antikapal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan di Selat Hormuz pada 14 September 2026. 

Menurut laporan NBC News yang mengutip tiga pejabat AS, Minggu, 27 September 2026, para Marinir tersebut tidak mengalami luka serius. 

Namun, mereka mengalami gangguan akibat menghirup asap dan kemungkinan cedera otak traumatis setelah mengalami gejala seperti gegar otak, termasuk sakit kepala. 

“Tujuh dari delapan Marinir merupakan personel tamtama, sementara satu lainnya adalah perwira. Seluruh korban kembali bertugas tidak lama setelah serangan,” kata pejabat AS tersebut, dikutip dari Anadolu.

Para Marinir sedang bertugas sebagai bagian dari tim pendarat batalion ketika rudal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan.

Para pejabat mengatakan kapal tersebut bukan kapal Angkatan Laut AS. Namun, mereka tidak menyebutkan jenis kapal dan hanya menyebutnya sebagai kapal maritim.

Pentagon menghadapi sorotan yang semakin besar terkait angka korban sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada Februari. Jumlah personel yang terluka maupun tewas dapat berubah seiring adanya perubahan dalam pelaporan dan klasifikasi.

Hingga Rabu, Defense Casualty Analysis System (DCAS) milik Pentagon mencatat 861 personel militer AS terluka dalam konflik tersebut.

Delapan Marinir yang terluka dalam serangan 14 September baru dimasukkan ke dalam database hampir 10 hari setelah insiden.

Seorang pejabat AS mengatakan keterlambatan pencatatan tersebut disebabkan oleh kemungkinan munculnya gejala pada waktu yang lebih lambat, serta sistem yang tidak memiliki pembaruan secara real-time.

Baca juga: Oman Desak Iran dan AS Selesaikan Konflik, Serukan Keamanan Selat Hormuz

(Willy Haryono)