Ilustrasi. Medcom.id
Ratusan Jiwa dan Puluhan Warung Terdampak Banjir Rob di Sukabumi
Media Indonesia • 13 March 2024 19:15
Sukabumi: Gelombang tinggi dan angin kencang yang mengakibatkan banjir rob memporak-porandakan pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak Senin malam, 11 Maret hingga Selasa, 12 Maret 2024.
Di Kecamatan Palabuhanratu misalnya, ratusan jiwa dan puluhan bangunan warung di pesisir pantai selatan terdampak akibat kejadian itu.
Forkopimcam Palabuhanratu dan BPBD Kabupaten Sukabumi langsung mendata dampak kerusakannya. Pendataan difokuskan di Kampung Cipatuguran Kelurahan Palabuhanratu dan Desa Citepus yang cukup parah terdampak banjir rob.
"Kita sudah lihat bersama kondisinya. Selanjutnya kita akan menentukan langkah-langkah evakuasi dan penanganan. Hasil pengamatan di lapangan, lokasi yang terdampak cukup parah berada di Cipatuguran Kelurahan Palabuhanratu dan Desa Citepus," kata Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Maret 2024.
| Baca: Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Sintang Beraktivitas Pakai Sampan
|
"Kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan dampak banjir rob," jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengaku segera melakukan rapat dengan Forkopimcam Palabuhanratu untuk menyamakan persepsi upaya akan dilakukan menangani dampak banjir rob.
"Di Desa Citepus kondisinya cukup parah. Tapi di Cipatuguran juga sama-sama membutuhkan penanganan. Langkahnya akan kita tentukan bersama pemerintah kecamatan," kata Deden.
Deden mengimbau masyarakat, terutama nelayan, agar waspada dan berhati-hati dengan kondisi cuaca ekstrem. Sebab, diprediksi BMKG gelombang tinggi masih akan terjadi.
"Masih cukup berpotensi terjadi gelombang pasang. Kepada nelayan, jangan dulu melaut karena kondisi tidak memungkinkan," ungkapnya.