‘Tampah’ Bisnis Kue Tradisional yang Kian Melesat Usai Ikut JJN Season 2

12 February 2026 13:07 | Juragan Jaman Now
Program Juragan Jaman Now (JJN) Season 5 akan segera dimulai. Suka duka para peserta JJN menjalankan bisnis mereka menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis.

Trand bisnis kuliner terus berkembang, baik secara online maupun offline. Salah satu yang sedang naik daun adalah kue tampah, sajian aneka kue yang ditata cantik dalam satu nampan yang menggoda selera dan cocok dinikmati bersama.

Melihat peluang ini, ‘Tampah’ hadir sebagai pionir kue tampah dengan sentuhan modern. Bisnis ini dirintis oleh pasangan kakak adik Cindy dan Dafina pada tahun 2016 yang terinspirasi dari kebiasaan orang Indonesia yang gemar membeli beragam jajanan sekaligus. 

Dari pengamatan sederhana ini, lahir konsep ‘the rights price and the right size’ ukuran pas, harga terjangkau, dan pilihan rasa yang beragam. Mulai dari kue tradisional hingga kreasi modern, semuanya dikemas menarik dan relevan untuk semua kalangan. 

“Tampah adalah brand yang menjual kue-kue basah tradisional. Konsep kami adalah menjual kue-kue basah tradisional dengan resep yang original. Kami juga mengkombinasikan resep-resep tradisional dengan konsep yang lebih modern.” kata Owner ‘Tampah’, Cindy, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Kamis, 12 Februari 2026.
 
Baca juga: Jose Rico Bagikan Kisah Bisnis Denim Earthy Genova yang Kian Melesat Usai Ikut JJN Season 4


Dafina menambahkan, alasan ia dan saudaranya mengikuti program Juragan Jaman Now untuk mendapatkan masukan dan mendorong dari para panelis.

“Dari awal, harapan ikut Juragan Jaman Now ini untuk mendapatkan masukan.“ ucap Dafina.

Langkah kedua perempuan muda ini semakin melesat setelah meraih investasi Rp1 miliar dalam ajang kompetisi JJN Season 2. Sejak saat itu, Tampah semakin berkembang pesat, mampu memperluas cabang sekaligus memperkuat pemasaran lewat media sosial yang visualnya menggugah selera. 

Dari ide sederhana tentang jajanan favorit, kini Tampah tumbuh menjadi bisnis kuliner yang menjanjikan. Membuktikan peluang besar bisa lahir dari kebiasaan sehari-hari yang jeli dibaca, menjadi peluang usaha.

Editor: Nopita Dewi