Kisah Pengusaha Kue Basah Dapat Investasi Rp1 Miliar Lewat Juragan Jaman Now

Kisah Pengusaha Kue Basah Dapat Investasi Rp1 Miliar Lewat Juragan Jaman Now

12 February 2026 13:18 | Naskah
Jakarta: Jenama Tampah menjadi salah satu peserta sukses jebolan program Juragan Jaman Now (JJN) Metro TV. Usaha yang bergerak di bidang kuliner ini mampu membaca peluang bisnis kue tampah.

Tampah hadir sebagai pionir kue tampah dengan sentuhan modern. Bisnis ini dirintis pasangan kakak adik Cindy dan Davina pada 2016 yang terinspirasi dari kebiasaan orang Indonesia yang gemar membeli beragam jajanan sekaligus. 

Dari pengamatan sederhana ini, lahirlah konsep the right price and the right size. Ukuran pas, harga terjangkau, dan pilihan rasa yang beragam.

Jebolan Juragan Jaman Now Season 2

Cindy dan Davina dengan usaha Tampah mengikuti ajang JJN Season 2. Kala itu, mereka mempresentasikan usaha kue jajanan pasar yang dikemas secara modern. 

"Ada berbagai jenis kue, kita ada sekitar 35 jenis kue, yang semuanya adalah one bite size. Tapi sekaligus kita juga memodifikasi kue-kue jajanan pasar dengan unsur-unsur yang lebih modern," cerita owner Tampah, Cindy dalam program Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 12 Februari 2026. 

Cindy dan Dafina mengaku awalnya kurang percaya diri ya mengikuti program JJN. Tapi, keduanya tak menyangka bisa mendapat feedback sangat baik dari panelis. Mereka juga mampu meyakinkan para panelis kalau kue jajanan pasar bisa naik kelas.

"Kita mulai percaya diri sejak saat itu," ungkap Cindy.

Revenue naik 300 persen

Panelis JJN Reino Barack mengakui Tampah merupakan peserta JJN yang unik. Reino juga melihat bisnis kue tampah yang dipresentasikan cukup berpeluang untuk tumbuh lebih besar. 

"Jadi waktu memang selesai presentasi, enggak tahu mungkin Mbak Cindy, Mbak Dafina ingat atau enggak, langsung ada negosiasi ya," ucap Reino.

Chairman of Astera Group itu mengaku sangat tertarik dengan produk-produk Tampah. Produk Tampah punya keunggulan rasa yang enak dan harga terjangkau. 

"Value for money-nya sangat kelihatan lah gitu. Saat itu weakness yang ada adalah di produksi, karena demand-nya lebih tinggi daripada supply-nya gitu. Jadi kan ya secara logis ya kalau supply-nya nambah demand-nya akan terpenuhi," beber Reino. 

Reino melihat bisnis yang dijalankan Cindy dan Dafina sangat berpotensi tumbuh. Bagi investor, kata dia, kemungkinan pertumbuhan yang besar selalu menjadi daya tarik.

"Alhamdulillah ya sudah tiga tahun ini revenue mungkin sudah naik 300 persen, kurang lebih," beber Reino.

Salah satu tantangan menjual produk kue basah adalah masa kedaluarsanya yang pendek. Reino menekankan konsistensi rasa dan inovasi menjadi kunci keberlangsungan bisnis Tampah.

"Suatu hari insya Allah kita bisa keluar main di nasional, tidak hanya di Pulau Jawa aja. Mungkin itu yang saya rasa perlu dikembangkan di Tampah ini supaya naiknya 3.000 persen," ungkap Reino.

Salah satu produk 'Tampah'. Dok Metro TV

Dapat pendanaan Rp1 Miliar

Tampah langsung mendapat pendanaan senilai Rp1 miliar dari Reino Barack dalam ajang Juragan Jaman Now Season 2.  Owner Tampah, Dafina, bercerita kalau dana tersebut digunakan untuk menambah working capital

Ia menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi Tampah adalah di fasilitas produksi. Tampah menggunakan pendanaan itu untuk membuat central kitchen yang cukup besar untuk memenuhi produksi.

"Sebagian kita gunakan investment untuk menambah mesin-mesin peralatan, sebagian lagi working capital itu kita putar untuk mencapai target cash yang akan kita putar terus," beber Dafina.

Memasuki tahun ketiga pendanaan, Tampah sudah mencapai target cash tersebut. Tahun ini, Tampah akan memulai pembangunan central kitchen dari sisa pendanaan tersebut.

Pendaftaran Juragan Jaman Now Season 5 sudah dibuka dan masih berlangsung. Bagi Anda para pelaku bisnis yang ingin mengembangkan usahanya, segera mendaftar karena Juragan Zaman Now Season 5 membawa peluang baru bagi UMKM Indonesia untuk go international.

Informasi pendaftaran Juragan Jaman Now Season 5 bisa dilihat melalui akun Instagram @juraganjamannow.metrotv.

Editor: Arga Sumantri