Ilustrasi Destinasi pariwisata di Labuan Bajo. Foto: Medcom.id/Husen.
Kasus Rabies Dinilai Hambat Pertumbuhan Pariwisata di Labuan Bajo
Media Indonesia • 19 June 2024 18:20
Manggarai Barat: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menilai kasus rabies di wilayah itu dapat menghambat pertumbuhan pariwisata.
"Isu rabies bisa menjadi penghambat pertumbuhan perkembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Flores umumnya," kata Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, Rabu, 17 Juni 2024.
Yulianus menjelaskan jumlah populasi hewan penular rabies (HPR) pada tahun 2023 mencapai 23.410 yang tersebar di 12 kecamatan.
Menurut dia, kasus rabies pada tahun 2023 sebanyak 11 kasus, sementara sejak Januari hingga Mei 2024 terdapat 1 kasus rabies dari 138 kasus gigitan.
| Baca juga: Pulau Timor NTT 'Terkepung' Wabah Rabies |
Pemkab Manggarai Barat terus berupaya menekan kasus rabies ini salahnya dengan mengoptimalkan Vaksinasi anti rabies (VAR). Hingga Mei 2024, Dinas Peternakan Manggarai Barat telah melakukan VAR pada 16.465 HPR.
Gandeng AIHSP Tekan Rabies
Pemkab Manggarai Barat menggandeng Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) dan tim lintas kementerian di Labuan Bajo tangani penyebaran kasus rabies di daerah itu, terlebih di Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Menurut Yulianus, upaya penanganan rabies harus dilakukan secara kolektif hingga pemerintah desa.
"Jadi pemerintah desa tidak pasif tapi dia juga aktif. Sudah ada Instruksi Bupati tahun 2023 tentang Pemanfaatan Dana Desa Untuk Penanganan Rabies di Kabupaten Manggarai Barat," terang dia.