Banjir Lahar Dingin Erupsi Gunung Lewotobi Terjang Permukiman Warga

Warga membersihkan lumpur akibat banjir lahar dampak erupsi Gunung Lewotobi. (MGN/Fransiskus Gerardus Molo)

Banjir Lahar Dingin Erupsi Gunung Lewotobi Terjang Permukiman Warga

16 January 2024 16:12

Flores Timur: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, disertai intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin di pemukiman warga yang berada di zona merah dekat kaki gunung.

Seperti yang terlihat di Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur. Tampak banjir lahar dingin menerjang wilayah ini dan menggenangi rumah-rumah warga.

Salah seorang pemilik rumah yang diterjang banjir lahar dingin, Yohanes Koban, mengaku kaget dengan kejadian ini. Ia sebelumnya berada di lokasi pengungsian, dan ketika mengecek rumahnya, ternyata rumahnya telah digenangi banjir lahar dingin setebal 30 sentimeter.

Tampak banjir lahar dingin ini berwarna kelabu dan kecoklatan, bercampur lumpur, batu, dan kayu. Tercium pula aroma balerang saat banjir lahar dingin ini menerjang rumah warga.

Warga pun dibantu petugas melakukan pembersihan material banjir di rumah dan di lokasi pemukiman. Tidak hanya menerjang pemukiman warga, banjir lahar dingin juga menerjang ratusan hektare lahan warga.
 

Baca juga: Lewotobi Kembali Erupsi, Jumlah Pengungsi Capai 6.550 jiwa

Sekitar 400 hektare tanaman warga, seperti padi, jagung, pisang, vanili, pisang dan kelapa, rusak diterjang banjir lahar dingin sehingga dipastikan tanaman warga terancam gagal panen.

Saat ini juga, sebanyak lebih dari 7 ribu warga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian yang tersebar di 7 kecamatan, dan lebih dari 3 ribu warga mulai menderita berbagai penyakit, dengan penyakit yang dominan, adalah infeksi saluran penapasan akut (ISPA) sebanyak 1725 kasus.

Kemudian hipertensi sebanyak 167 kasus, influenza sebanyak 105 kasus, dan yang menderita diare sebanyak 42 kasus, dan sejumlah penyakit lainnya. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, dibantu para relawan dan sejumlah pihak, terus berjibaku menyalurlan bantuan dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak erupsi.

Sementara itu, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus terjadi secara flukltuatif. Data pos pemantau gunung Lewotobi, dalam kurun waktu 6 jam sejak pagi hari tadi, telah terjadi 8 kali letusan, disertai 6 kali awan panas guguran, dan 19 kali guguran material erupsi disertai aliran lava. Dan pada pukul 13 lebih 37 menit siang tadi, kembali terjadi erupsi disertai awan panas guguran sejauh 1500 meter ke arah utara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com


(Meilikhah)